Pembahasan Lengkap Materi Mata Kuliah Psikologi Industri

Pembahasan Lengkap Materi Mata Kuliah Psikologi Industri


Halo, kembali lagi bersama Tan Eduka, kali ini Tan Eduka kembali membahas materi kuliah, yaitu Mata Kuliah Psikologi Industri. Jadi, Psikologi Industri merupakan salah satu mata kuliah yang biasanya dipelajari oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri di semester 2.


Oke, tanpa berlama-lama langsung aja kita mulai, yaa


Materi pertama yang akan dibahas, yaitu


Industrialisasi


Apa itu industri?


Oke, jadi menurut (Dumairy, 1996) Istilah industri itu mempunyai dua arti: 


  1. Pertama, Industri adalah Himpunan perusahaan-perusahaan sejenis. Misalnya industri kosmetika berarti himpunan perusahaan-perusahaan penghasil produk kosmetik. Jadi, kata industri akan selalu dirangkai dengan kata yang menerangkan jenis industrinya.
  2. Kedua, Industri itu merujuk ke suatu sektor ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan produktif mengolah barang jadi atau barang setengah jadi.


Karena di dalamnya terdapat kegiatan mengolah barang jadi atau barang setengah jadi, maka di dalamnya ada suatu proses pengolahan. Nah, kegiatan pengolahan tersebut dapat bersifat masinal, elektrikal atau manual.


Jadi, sektor industri untuk arti yang kedua ini maksudnya adalah sektor industri pengolahan (manufacturing).


Sebagai bahan referensi, bagi yang belum mengetahui mengenai konsep manufacturing atau Teknik manufaktur, Anda dapat mencari tahu lebih lanjut disini.


Sektor  industri ini disebut manufacturing, yakni sebagai salah satu sektor produksi atau lapangan usaha yang termasuk dalam perhitungan pendapatan nasional menurut pendekatan produksi.


Masih seputar industri, apakah kamu pernah mendengar istilah pembangunan dalam sebuah industri, atau dalam suatu negara?


Kira-kira, apa ya pembangunan itu?


Nah, yang perlu kamu cermati dalam konsep pembangunan, salah satunya terkait lama proses pembangunan. Pembangunan itu adalah proses jangka panjang (Proses jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan nasional). Diperkirakan akan membutuhkan waktu paling tidak dua dasawarsa, bukan terselesaikan dalam waktu pendek (1 tahun), dan atau jangka menengah (5 tahun). Proses ini secara kumulatif menunjang pertumbuhan pembangunan berkelanjutan (sustained secular trend daripada cyclical).


Dalam proses pembangunan, Ada hubungan kausalitas antara berbagai aspek ekonomi dan non-ekonomi.


Secara fundamental, proses pembangunan ditentukan oleh aspek non-ekonomi meskipun muaranya aspek ekonomi.


Begitupun pentingnya pembangunan sosial, diwujudkan dalam pembangunan pendidikan dan kesehatan sebagai unsur pembangunan SDM. 


Selain itu, di dalam sebuah industri, terkadang kita mendengar istilah pertumbuhan dan permbangunan. Nah, yang perlu kamu pahami, pertumbuhan dan pembangunan itu memiliki pengertian yang berbeda, lhoo.


Jadi, pertumbuhan itu menunjukan adanya peningkatan output sementara pembangunan itu mencakup peningkatan output yang terkait dengan perubahan tehnis dan institusional.


Oleh sebab itu, jangan heran jika dikatakan bahwa pembangunan itu lebih luas dari pada pertumbuhan. Akan tetapi, konsep pertumbuhan itu saling terkait dengan pembangunan, lhoo.


Tanpa pembangunan maka pertumbuhan akan tersendat/berhenti.


Pembangunan adalah menghilangkan Ketidaksempurnaan Pasar (market imperfections). 


Market Imperfections adalah segala hambatan yang membuat pasar tidak dapat secara sempurna mengalokasikan sumber-sumber ekonomi secara efisien.


Lalu, apa aja yaa, yang termasuk Market Imperfections?


Hambatan tersebut, antara lain:


  1. Informasi tidak sempurna
  2. Faktor ekonomi yang kurang dapat bergerak (faktor immobility)
  3. Praktek monopolistik (mekanisme mengasumsikan adanya persaingan sempurna sehingga harga yang tercipta merupakan harga ekuilibrium yang menyeimbangkan permintaan dan penawaran).
  4. Penetapan harga oleh pemerintah


Kaitannya dengan industrialisasi, seringkali memunculkan istilah “Pembangunan Adalah Industrialisasi”


Pembangunan sebagai industrialisasi memberikan pengertian yang keliru karena:


  • Produksi bahan primer bukan penyebab keterbelakangan, tapi pada rendahnya produktifitas dan produksi bahan primer (pertanian).
  • Pertanian bukan faktor penyebab tapi merupakan faktor asosiatif dari keterbelakangan.
  • Pembangunan menjadi terlalu sempit bila hanya dikaitkan dengan beberapa jenis industri saja, tetapi harus dikaitkan dengan sektor-sektor ekonomi lainnya, dan juga faktor yang non-ekonomi


Oke, gimana sudah paham?


Sekarang, kita lanjut materi berikutnya yaa


Setelah membahas mengenai industrialisasi, berikutnya kita membahas mengenai 


Konsep Pembangunan


Ada beberapa Konsep yang digunakan untuk menjelaskan Pembangunan, diantaranya:


1. Konsep Ekonomi Makro


  • Hasil akhir pembangunan adalah adanya pertumbuhan ekonomi
  • Pendapatan nasional sebagai ukuran


2. Kependudukan


  • Laju pertumbuhan besar = Kesempatan kerja besar
  • Kesempatan kerja terbatas = Tingkat kemiskinan rendah


3. Transisi Demografi


  • Pertumbuhan stagnan – kelahiran dan kematian tinggi; Contohnya: Suriah, Libanon, Palestina
  • Pertumbuhan cepat – kelahiran tinggi, kematian rendah; Contohnya: Negara Berkembang
  • Pertumbuhan stabil – kelahiran rendah, kematian rendah; Contohnya: Eropa, beberapa negara berkembang


4. Struktur Umur


  • Dependency Ratio, penduduk di bawah umur 15 tahun dengan usia kerja sangat besar (negara sedang berkembang); Contohnya: Indonesia
  • Usia kerja tinggi, usia di bawah umur 15 tahun rendah (negara maju)
  • Usia di bawah 15 tahun tinggi, angka kelahiran turun, pertumbuhan penduduk tetap tinggi; Contohnya: Amerika Serikat, atau negara-negara yang sering didatangi imigran


5. Pengangguran


a. Pengangguran terbuka


  • Tenaga sukarela yang bekerja walaupun mempunyai keterampilan
  • Tenaga bukan sukarela yang mau bekerja tapi tidak ada kesempatan kerja


b. Underemployment, pekerja bangunan yang bekerja pada waktu tertentu.


c. Disguised underemployment, angkatan kerja yang hasil kerjanya kurang dari jam kerjanya.


6. Kemiskinan


a. Kemiskinan Absolut: penduduk yang kesejahteraannya berada di bawah garis kemiskinan.

b. Konsep “garis kemiskinan” jumlah penghasilan minimum untuk dapat sekedar bertahan hidup.

c. Kemiskinan relatif.


Setelah memahami konsep yang digunakan dalam pembangunan, maka selanjutnya dibahas mengenai bagaimana cara meujudkan pembanguan


Pertama, kita membahas mengenai cara mewujudkan pembangunan ekonomi


Dalam mewujudkan pembangunan ekonomi, ada beberapa Indikator Pembangunan ekonomi, diantaranya:


  1. Pendapatan per-kapita
  2. Pertumbuhan ekonomi; pertumbuhan ekonomi tinggi akan semakin besar penyerapan tenaga kerja
  3. Laju inflasi; kenaikan harga barang dan jasa (indeks harga konsumen)
  4. Surplus / defisit APBN / Product Domistic Bruto (PDB)
  5. Pertumbuhan ekonomi (sumbangan konsumsi, sumbangan investasi, pertumbuhan ekonomi).
  6. Investasi dan pembiayaan (Ratio investasi thd PDB, peranan investasi dunia usaha, peranan dana luar negeri diharapkan menurun)
  7. Distribusi PDB: Ukuran kemajuan adalah besarnya proporsi sektor industri dibanding pertanian
  8. Distribusi kesempatan kerja: sektor pertanian dan sektor industri (Proporsi industri lebih besar)


Selain dalam mewujukan pembangunan ekonomi, suatu negara juga harus mewujudkan pembangunan Non-Ekonomi. Adapun yang termasuk indikator Pembangunan Non-Ekonomi, diantaranya:


1. Bidang Hukum


  • Meningkatnya peran dan fungsi program legislasi nasional
  • Meningkatnya jumlah tenaga perancang perundang-undangan yang berkualitas.


2. Bidang Sosbud


  • Meningkatnya keluarga yang menggunakan jamban yang sehat
  • Meningkatnya keluarga yang menggunakan air bersih
  • Meningkatnya tempat pengelolaan makanan sehat
  • Meningkatnya keluarga yang menghuni rumah sakit


3. Bidang politik


  • Terwujudnya berbagai jenis fasilitas sosialisasi politik dan komunitas politik
  • Meningkatnya budaya politik dan demokratis
  • Meningkatnya jumlah tenaga perancang perundang-undangan yang berkualitas


Selain indikator pembangunan ekonomi dan non ekonomi, suatu negara juga harus mewujudkan indikator pembangunan UNDP


Indikator UNDP:


  1. Harapan hidup minimal 25 tahun, maksimal 85 tahun
  2. Tingkat melek huruf dewasa 0%-100%
  3. Angka pasrtisipasi sekolah 0%-100%
  4. PDB Perkapita 100


Akan tetapi, yang perlu dicermati, suatu usaha pembangunan, terkadang mengalami masalah pembangunan. Adapun yang termasuk masalah pembangunan, diantaranya:


1. Krisis Ekonomi (Sejak, 1997)


  • Indonesia belum mencapai indutrialisasi-krisis ekonomi Asia menular ke Indonesia
  • Basis produksi yang mengandalkan industri besar dan kurang terkait dengan usaha kecil dan menengah
  • Perlu adanya reformasi yang sistemik pada tekanan ekonomi dan politik


2. Akibat Krisis Ekonomi


  • Meningkatnya Pengangguran
  • Meningkatnya penduduk miskin dari 35 juta menjadi +/- 50 juta
  • Tingkat kesejahteraan menurun
  • Gizi balita kurang dan buruk 15% bayi lahir, berat badan di bawah normal
  • Anak tidak sekolah



Dalam konsep pembangunan, kita juga mengenal konsep pembangunan masyarakat


Konsep pembangunan masyarakat tersebut, mencakup:


  • Community Development (Pembangunan Mayarakat)
  • Community Based  Development (Pembangunan yang bertumpu pada masyarakat)
  • Community-driven Development (Pembangunan yang digerakkan masyarakat)


Di dalam  konsep pembangunan masyarakat, kita juga mengenal istilah pemberdayaan masyarakat.


Apa itu pemberdayaan masyarakat?


Pemberdayaan masyarakat berarti memampukan dan memandirikan masyarakat


Lantas, strategi dan tahapan apa yang harus dilakukan agar dapat memberdayakan masyarakat?


Berikut Strategi dan Tahapan Pemberdayaan Mayarakat


Strategi


  1. Pengetahuan dan pengertian tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana melaksanakannya.
  2. Pengetahuan dan pengertian tentang sikap dan kemungkinan tanggapan terhadap upaya pemberdayaan  masyarakat. Termasuk kecenderungan atau kemauan untuk melaksanakan rancangan yang dikehendaki.
  3. Kemampuan sasaran atau khalayak untuk melaksanakan cita-cita yang dikembangkan tersebut setelah dapat diterimanya


Tahapan


  1. Perluasan Jangkauan (Expansion Program)
  2. Pembinaan (Maintenance Program)
  3. Pelembagaan dan pembudayaan



Setelah membahas mengenai konsep pembangunan, berikutnya kita membahas mengenai 


5 Teori Utama Psikologi Modern


Ada 5 point utama yang akan dibahas dalam materi ini, yaitu:


1. Pendekatan Neurobiologis

2. Pendekatan Psikoanalisis

3. Pendekatan Perilaku

4. Pendekatan Kognitif

5. Pendekatan Humanistis


Pendekatan Neurobiologis


Pendekatan yang berusaha menghubungkan tindakan dengan kejadian yang berlangsung di dalam tubuh manusia, terutama dalam otak dan susunan syaraf. Pendekatan ini mencoba menyederhanakan perilaku yang dapat diamati dan kejadian-kejadian mental (seperti pikiran dan emosi) menjadi proses biologis.


Pendekatan Psikoanalisis


Perilaku manusia ditentukan oleh insting bawaan yang sebagian besar tidak disadari. Dalam pandangan psikoanalisis kepribadian manusia merupakan interaksi antara Id, Ego, dan Superego.


Pendekatan Behaviorisme / Perilaku


Pendekatan Behaviorisme / Perilaku, yakni pendekatan yang menganalisis perilaku manusia hanya berdasarkan perilaku yang nampak dan dapat diukur. Perilaku manusia adalah hasil dari proses belajar. Manusia belajar dari lingkungannya dari hasil belajar itulah dia berperilaku. Oleh karena itu manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Behaviorisme juga disebut psikologi stimulus respon (S-R).


Pendekatan Kognitif


Psikologi kognitif berpendapat bahwa manusia bukan hanya penerima stimuli yang pasif. Mental manusia mengolah informasi yang diterimanya dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk baru dan memilihnya ke dalam kategori-kategori


Pendekatan Humanistik


Psikologi humanistik bertumpu pada tiga dasar pijakan, yaitu:


  1. Keunikan manusia
  2. Pentingnya nilai dan makna
  3. Kemampuan manusia untuk mengembangkan diri


Pendekatan ini menilai manusia tidak digerakkan oleh kekuatan luar yang tidak dapat dikontrolnya, tetapi manusia adalah pemeran yang mampu mengontrol nasib sendiri dan mampu mengubah dunia di sekelilingnya. Psikologi humanistik berpendapat bahwa manusia bebas memilih dan menentukan tindakannya sendiri. Oleh karena itu, setiap orang bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan tidak dapat menyalahkan lingkungan, orang tua atau keadaan atas tindakannya. Menurut pendekatan ini, motivasi utama seseorang adalah kecenderungan untuk tumbuh dan mengaktualisasikan diri. Setiap orang mempunyai kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri sepenuhnya.


Metode-metode dalam psikologi


  1. Untuk menyelidiki objek psikologi dibutuhkan metode
  2. Objek psikologi sifatnya hidup dan dinamis, sehingga dibutuhkan metode yang sesuai dengan situasinya.


Setelah membahas mengenai konsep Teori Utama Psikologi Modern, berikutnya kita membahas mengenai 


Teori Motivasi dan Praktik Motivasional



Pengertian Motivasi


Secara taksonomi Motivasi berasal dari kata latin Movere (bergerak). Untuk itu Leader harus selalu dapat memelihara semangat, kesadaran, dan kesungguhan dari bawahannya untuk terus menunjukkan kinerja yang optimal. Dengan kata lain, salah satu tantangan berat bagi Organisasi adalah Bagaimana motivasi dapat tumbuh dan terbina dengan baik ??


Beberapa Definisi Motivasi


  • Motivasi adalah proses pengembangan dan pengarahan perilaku atau kelompok itu menghasilkan keluaran (output) yang diharapkan, sesuai dengan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai organisasi (Ensiklopedi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis, 1993 : 432-433)
  • Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seorang anggota organisasi mau & rela untuk mengerahkan kemampuan, dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga & waktunya untuk menyelanggarakan berbagai kegiatan yg menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan & berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya (Siagian, 1986 : 132)
  • …. Motivation has to do with a set of independent  / dependent variable relationship that explain the direction, and persistence of individual’s behavior, holding constant the effects of attitude, skill, and understanding of the task, and the constraints operating in the environment (Campbell & Pritchard dalam Steers and Porter, 1991 : 5)
  • … motivation primarily concerned with : 1) what energizes human behavior, 2) what direct or channels such behavior, and 3) how this behavior is maintained or sustained (Steers and Porter, 1991 : 6)


Dimensi motivasi ada 3, yaitu?


1. Kebutuhan


Kebutuhan timbul dalam diri individu apabila individu merasa adanya kekurangan dalam dirinya (ada ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa yang menurut persepsi  individu harus dimiliki).


2. Dorongan


Untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut, dalam diri individu akan timbul dorongan berupa usaha pemenuhan kebutuhan secara terarah. Maka, dorongan biasanya berorientasi pada tindakan tertentu yang secara sadar dilakukan oleh seseorang/individu, dan inilah inti dari motivasi.


3. Tujuan


Komponen ketiga dari motivasi adalah tujuan. Pencapaian tujuan berarti mengembangkan keseimbangan dalam diri seseorang / individu. 


Pendekatan  Motif  dalam motivasi


Pemahaman terhadap Motitvasi individu berkaitan pula dengan pemahaman tentang Motif, yaitu kebutuhan, keinginan, tekanan, dorongan, dan desakan hati yg membangkitkan & mempertahankan gairah hidup individu untuk mengerjakan sesuatu.


Pembagian Teori Motivasi


TEORI ISI (Content Theory)


  • Teori Hirarki Kebutuhan (A. Maslow)
  • Teori E-R-G /exitency-related-growth (Clayton Alderfer)
  • Teori Tiga Motif Sosial (D. McClelland)
  • Teori Dua Faktor (Frederick Herzberg)


TEORI PROSES ( Process Theory)


  • Equity Theory/keadilan (S. Adams)
  • Expectancy Theory/pengharapan ( Victor Vroom)
  • Goal Setting Theory/penentuan tujuan (Edwin Locke)
  • Reinforcement Theory/penguatan ( B.F. Skinner)


Teori Isi : Hierarchy of Needs Theory (Abraham Maslow; 1935)


Kebutuhan Manusia :


  • Physiological /dasar 
  • Safety & Security/aman
  • Social (Belongingness & Love)/rasa kepemilikan
  • Esteem/penghargaan
  • Self Actualization / aktualisasi diri


Contoh KEBUTUHAN & INSTRUMEN ORGANISASI (I)


  • Physiological: Gaji, Breakfast / Lunch Program, Rumah Dinas 
  • Safety: Benefits plans / investasi, Pensiun, Gaji
  • Social: Coffee Breaks, Team Work, Tim Olah Raga, Gaji, Piknik Bersama
  • Esteem / penghargaan: Otonomi, Tanggungjawab, Gaji (as symbol of status)
  • Achievement / prestasi: Tantangan dalam pekerjaan, Gaji 
  • Power / kekuasaan: Leadership Positions, Otoritas
  • Self Actualization / aktualisasi diri, Challenge & Otonomi


Teori isi : ERG THEORY (Clayton Alderfer)


  1. E (Existence) / eksistensi
  2. R (Relatedness) / hubungan
  3. G (Growth) / perkembangan


Teori isi : Trichotomy of Needs/tiga motif sosial (David McClelland)


  1. Achievement Motive  (nAch): Motif untuk berprestasi 
  2. Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.
  3. Power Motive (nPow) : Motif untuk berkuasa


Teori isi : Two Factor Theory/dua faktor (Frederick Herzberg)


1. Faktor penyebab (Hygiene Factors)


Faktor hygiene yang rendah akan menimbulkan Dissatisfaction (Ketidakpuasan)


  • Gaji
  • Rasa Aman
  • Status
  • Kondisi Lingkungan Kerja
  • Hubungan dengan Atasan,Rekan


2. Motivator (Motivators)


Faktor motivator yang tinggi akan menimbulkan Satisfaction (Kepuasan)


  • Achievement/prestasi
  • Recognition/pengenalan
  • Responsibility/responsif
  • Challenging Work/tata kerja
  • Advancement, Involvement (Peningkatan Keterlibatan)


Teori Proses: EQUITY THEORY/teori keadilan (Social Comparison Theory)

Teori Keadilan (Equity Theory). Menurut teori ini bahwa kepuasan seseorang tergantung apakah ia merasakan ada keadilan (equity) atau tidak adil (unequity) atas suatu situasi yang dialaminya. 


EXPECTANCY THEORY teori pengharapan (Victor Vroom)


Besar kecilnya usaha kerja yang akan diperlihatkan oleh seseorang, tergantung pada bagaimana orang tersebut memandang kemungkinan keberhasilan dari tingkah lakunya itu dalam mencapai tujuan yang diinginkan 

GOAL SETTING THEORY/teori penentuan sasaran (Edwin Locke)


  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku. 


REINFORCEMENT THEORY/penguatan (Thorndike & B.F. Skinner)


  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.


Akhir kata itulah Pembahasan Lengkap Materi Mata Kuliah Psikologi Industri yang dapat dibagikan


Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel